Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyikapi Iuran Anggota dan Keuangan Organisasi, Ini kata Nurul

Konten [Tampil]

Datagurunews, Tilamuta – Di Grand Amalia Hotel digelar kegiatan rapat koordinasi pengurus PGRI Kabupaten Boalemo, Senin (09/11/2020). Rakor ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PGRI kabupaten, perwakilan ketua dan bendahara PGRI Cabang se Kabupaten Boalemo, Ketua IGTKI dan Ketua Forum Guru Honor (FGH).

Ketua PGRI Kabupaten Boalemo Sherman Moridu menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta yang hadir bahwa unsur terpenting dalam organisasi adalah komitmen pengurus.

“Darah guru yang mengalir dalam tubuh kita merupakan pemantik diri untuk beraktifitas dan berjuang bersama serta kita harus membagi waktu untuk kepentingan organisasi,” harap mantan Kepala Bapppeda Boalemo.

Dalam kegiatan rakor ini, penyusunan program kerja strategis sangat diperlukan guna eksistensi organisasi kedepan. Menariknya dalam rakor tersebut adalah laporan masing-masing pengurus PGRI Cabang khususnya informasi dari beberapa bendahara cabang tentang pembayaran iuran PGRI.

Hasil pantauan media, bendahara PGRI Kabupaten Boalemo Nurul Suraswasti Matahir, M.Pd. yang didampingi wakilnya Sri Yanti Dai, M.Pd. ketika menerima informasi ini mengatakan bahwa menyelesaikan tunggakan iuran PGRI tentu harus dibahas bersama sampai menemukan solusi terbaik.

“saya dan wakil bendahara sudah mengumpulkan bendahara-bendahara cabang dan merumuskan solusi atas permasalahan iuran PGRI ini,” ungkap Kepsek SMPN 1 Wonosari.

Lanjut kata Nurul, bahwa dalam meningkatkan sumber-sumber dana yaitu dengan cara mengefektifkan iuran anggota melalui pendebetan gaji jika itu diijinkan. Namun jika tidak diijinkan maka kita akan membentuk badan kerja PGRI disetiap satuan pendidikan.

“jika diijinkan layanan pendebetan rekening anggota untuk pembiayaan iuran anggota PGRI Boalemo, maka ini akan menunjang kelancaran berbagai keperluan organisasi dalam berkiprah mencerdaskan bangsa,” sambung Nurul.

Disamping itu, bendahara Nurul menambahkan bahwa beberapa rumusan yang telah kami putuskan bersama dalam menyikapi strategi pembayaran dan pemanfaatan iuran PGRI adalah sebagai berikut: (1) memperbaiki kembali data keanggotaan PGRI setiap cabang melalui Sistim Informasi Keanggotaan (SIK) yang terkoneksi ke Aplikasi Sistim Informasi Keuangan (ASIK), (2) melakukan sosialisasi kepada semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baik yang PNS maupun Non PNS tentang manfaat peruntukkan iuran PGRI, (3) setiap kegiatan yang dilaksanakan harus membuat proposal yang ditujukan kepada ketua PGRI sebagai rujukan kepada bendahara untuk mengeluarkan uang, (4) setiap kegiatan yang mengeluarkan dana harus memiliki laporan pertanggungjawaban, (5) pendebetan gaji, (6) rutin setiap bulan bendahara menyampaikan laporan keuangan PGRI lewat media WAG dan Website, (7) jika tidak terpenuhi pendebetan gaji pengurus PGRI mengeluarkan Surat Keterangan Lunas Iuran PGRI sebagai syarat pencairan tunjangan sertifikasi, tunjangan fungsional, TKD dan insentif tenaga kontrak.

“Alhamdulillah 7 (tujuh) rumusan dalam menyikapi strategi pembayaran dan pemanfaatan iuran PGRI telah kami putuskan bersama,” jelas Kepsek Nurul.

Dalam pemaparan program kerjanya sebagai bendahara, tentu ada beberapa program kami yang sinergi dengan semua bidang, pertama: rekomendasi pembangunan gedung juang guru dan atau gedung sekretariat kami membantu dalam kerja sama pembuatan proposal, kedua: penataan ruang kesekretariatan kami membantu dalam hal pengadaan barang/asset.

“dari beberapa program kerja yamg kami tawarkan tentu memiliki keterhubungan dengan semua bdang,” tutup mantan Kepsek SMPN 3 Wonosari.

Kontributor : Sumitro Ulitoto

Posting Komentar untuk " Menyikapi Iuran Anggota dan Keuangan Organisasi, Ini kata Nurul"